Duel dua pecatur putri Indonesia WFM Samantha Edithso (1862) dengan WFM Diajeng Theresa Singgih (2074) di babak ketiga 10th Penang Heritage City International Chess Open 2018 sore tadi dimenangi oleh Diajeng.

Harus diakui Diajeng bermain lebih bagus dari Samantha. Diajeng juga lebih berpengalaman meskipun partai mereka berlangsung hingga 72 langkah. Ini kekalahan kedua Samantha di turnamen ini. Di babak pertama juara dunia U10 ini juga kalah dari pecatur China IM Li Bo.

Seperti pernah saya tulis pecatur muda seperti Samantha ini membutuhkan proses panjang untuk berkembang. Tidak ada yang instan. Samantha akan belajar dari kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.

Pecatur muda AS, GM Jeffery Xiong pernah mengatakan, saat dia kalah dia belajar lebih tekun untuk meningkatkan diri, karena dia belajar lebih banyak dari kekalahan daripada kemenangan. Itu yang membuatnya berkembang setahap demi setahap menjadi seorang pecatur tangguh.

Mudah-mudahan Samantha Edithso juga demikian. Ada masanya nanti dia tampil cemerlang di turnamen Open.

Photo: Andrew Ooi Boon Seng

Image may contain: 1 person, close-up
reposted with permission from original article written by Hasiholan Siregar (from FB group Mari Menulis Catur)